Kunjungi pula Situs Utama dan foto training Agung Webe

Agung Webe, penulis buku motivasi dan trainer pemberdayaan diri

Thursday, July 31, 2014

SI SEKSI DEWI KUNTI

Dewanagari namanya. Tubuhnya elok seksi dengan aura ‘sex appeal’ yang tinggi. Setiap pria yang memandangnya pastilah akan menelan air liur dan dibuat decak kagum dalam hatinya. Ia terbiasa hidup merawat  badannya. Luluran dan manicure pedicure sudah menjadi kegiatannya sehari-hari. Tak heran kalau kulitnya licin mulus bercahaya dan harum tentunya.
Semasa kecil Dewanagari diserahkan oleh bapaknya Suraseno kepada pembesar Kuntiboja, sahabat Suraseno yang tidak memiliki anak. Sejak saat itulah Dewanagari lebih dikenal dengan nama Dewi Kunti.

Dewi Kunti sangat dimanja oleh bapak angkatnya, Kuntiboja. Ia bebas ‘dugem’. Pergaulannya sangat bebas. Sebagai remaja yang memang sudah punya kecantikan yang sangat menarik, tak elak banyak sekali para kumbang yang ingin mengisap madunya. Bagaimana para kumbang nggak ingin mengisap? Menjilat saja mereka sudah sangat bangga, apalagi bisa ngisap? Mereka yang berhasil mengisap punyanya Kunti menjadi kebanggaan tersendiri dalam hidupnya.
(saya diprotes saat menulis kalimat diatas: mengisap punyanya Kunti – apa maksudnya? Ya, inikan sastra, jadi anda bebas mengartikan tulisan itu sesuai dengan nalar liar anda)

Kunti sendiri sebenarnya punya pengalaman mistik yang unik. Ia pernah bertemu dengan Resi Duwarsa yang memberikan ilmu ‘pelet’ sehingga Kunti dapat menjerat laki-laki manapun juga. Ini si Resi juga goblok kali ya, ya yang namanya dari lahir sudah cantik nggak usah dikasih ilmu pelet juga laki-laki akan ngikut dengan sendirinya. Lha ini ditambah sama ilmu pelet. Maka Kunti menjadi idola yang sangat laris.

Sebagai remaja dengan pergaulan bebas dan suka ‘dugem’, apalagi koleksi film di gadgetnya kebanyakan film-film porno. Maka Kunti dapat melihat film porno itu dimana saja dengan gadget terbarunya samsung galaxy S6. Film porno itulah yang kemudian meracuni Kunti sehingga libidonya tinggi, gairah sex-nya membara dan ia mulai ada rasa kepingin untuk ‘dikeloni’ sama laki-laki.
Kalau tadinya Kunti hanya puas sebatas cium bibir dan remes-remes ‘pepaya’, maka sekarang ia pengin mendapatkan klimaks lewat orgasme dari ‘kelonan’. (kelonan itu bahasa Jawa, bahasa Indonesianya: ditiduri – red)

Kunti menjadi petualang! Tentu saja ia sudah merasakan berbagai macam ‘tipe senjata’ yang pernah memuntahkan peluru didalam mahkotanya. Dan resiko untuk itu adalah hamil diluar nikah!
Bapak angkatnya, Kuntiboja, kalang kabut saat mendengar putrinya hamil tanpa bapak yang pasti. Ia berpikir bahwa anaknya adalah korban menjadi piala bergilir. Padahal saat itu Kunti sudah dijodohkan dan bahkan akan dikawinkan dengan Pejabat Negara yang bernama Pandu dari daerah Hastinapura.

Kemudian Kuntiboja berpikir bagaimana caranya agar Kunti tetap dikenal masih perawan. Ah kemudian Kuntiboja mengarang cerita bahwa Kunti dititipi anak oleh Dewa khayangan yang bernama Dewa Surya. Dan Kunti melahirkan anaknya melalui telinga! Cerita ini menjadi hal yang diyakini karena gaya persuasif dari Kuntiboja.
(bagus juga ya ceritanya, bahwa untuk menutupi kenakalan Kunti waktu muda sampai hamil, maka dikarang cerita bahwa Kunti dititipi benih anak oleh Dewa Surya -  lucu juga kalau Dewa punya sperma)
Begitu ada cerita bahwa Dewa yang turun tangan, bahwa Kunti hamil tanpa sentuhan laki-laki, bahwa kehamilan Kunti adalah mukjizat, maka selesai sudah aib keluarga Kuntiboja.

Anak Kunti tanpa bapak ini kemudian dibuang. Tadinya mau dikasih ke panti asuhan terdekat, namun ada seorang yang bernama Adirata yang mau merawatnya dan kelak anak ini diberi nama Karna!

Akhirnya jadilah Kunti kawin dengan Pandu, seorang pembesar dari Hastinapura.
Namun sayang, Pandu ini kelihatannya mandul sehingga tidak dapat memberikan keturunan kepada Kunti. Ditengah perjalanan pernikahan Pandu nikah lagi. Kunti dimadu, tapi nggak apa-apalah toh Kunti sudah puas dengan petualangan sex waktu muda. Istri muda Pandu ini bernama Madri. Dari istri muda ini Pandu juga tidak mendapatkan keturunan.

Lha kok kembali skenario bantuan para Dewa muncul. Ini para Dewa juga senang-senang saja diminta bantuan ‘sperma’-nya untuk Kunti. Dan alhasil Kunti hamil tiga kali dari tiga Dewa yang beda-beda (mungkin Kunti seleranya dewa) lha si Dewa juga senang-senang saja disuruh ‘ngeloni’ Kunti tanpa syarat!.
Putra pertama diberi nama Yudistira dari Dewa Yama, kedua bernama Bima dari Dewa Bayu, dan yang terakhir bernama Arjuna dari Dewa Indra.

Melihat Kunti bisa hamil dan dijinkan ‘kenolan’ sama yang lain oleh Pandu, maka Madri iri dan ia juga ingin dikeloni hingga hamil oleh yang lain juga. Akhirnya skenario hamil oleh Dewa juga dilakukan oleh Madri. Kali ini Dewa Aswin yang menerima hadiah kelonan gratis itu. Hasilnya Madri melahirkan anak kembar yang diberinama Nakula dan Sadewa.

Pandu akhirnya punya lima anak walaupun bukan dari spermanya. Kelima anak dari bapak yang berbeda itulah yang dikenal dengan nama Pandawa.

Menyadari bahwa jalan hidupnya penuh dengan karma yang harus ditebus maka Kunti memutuskan untuk menyendiri dan menyingkir dari kehidupan ramai. Semua harta dan tahta yang dipunyai diserahkan kepada anak tertuanya, Yudistira.

Kunti memang seksi dan menggoda. Dan mungkin anda para pria juga akan tergoda kalau Kunti hadir kembali masa kini. Kalau Kunti hadir kembali sudah barang tentu banyak produser film yang akan merekrutnya, apalagi produser film-film seksi yang membangkitkan birahi!
Kunti oh Kunti!

Tuesday, July 29, 2014

Idul Fitri bukan hari memaafkan

lets Celebrate!
Selamat 'merayakan' hari Raya Idul Fitri

Setiap hari dapat menjadi perayaan, dan perayaan Idul Fitri dapat menjadi 'triger' agar kita dapat membawa nuansa perayaan setiap harinya. Bukan hanya setahun sekali, namun setiap hari adalah perayaan tentang hidup itu sendiri.

Meminta maaf, mohon maaf dengan broadcast yang besar-besaran di hampir seluruh sosmed, sms dan bb, semoga bukan menjadi kegiatan 'formalitas' hanya karena ini adalah hari Lebaran.
Tentu saja tindakan tersebut merupakan tindakan yang baik. Apapun itu, kegiatan meminta maaf merupakan kebaikan.

Dan kita tahu bahwa meminta maaf bukan ditunggu dalam setahun sekali, namun setiap hari, bahkan setiap detik kita selayaknya sudah memaafkan walaupun tidak diminta atas apapun yang terjadi. Terutama memaafkan diri sendiri.

Saya jadi teringat tentang makna dan arti dari kalimat: Minal 'Aidin wal-Faizin yang ternyata bukan Mohon Maaf Lahir dan Batin. (anda bisa googling di wikipedia tentang ini)
Namun ternyata banyak yang ikut-ikutan dan tidak memahami maknanya, kemudian hanya latah mengucapkan Minal Aidin wal-Faizin yang diartikan sebagai mohon maaf lahir dan batin.

Ucapan Minal Aidin wal-Faizin mempunyai makna istimewa, yaitu secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong orang yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)"
Pada saat mengucapkannya kita sedang mendoakan, mem-vibrasikan, dan ber-visualiasi bahwa orang yang kita ucapakan tergolong orang yang kembali dan berhasil menuju fitrah mulia.

Istimewa bukan?

Jadi sebenarnya kalimat Minal Aidin wal-Faizin dapat diucapkan kapan saja pada saat kita mendoakan seseorang menuju kemuliaan (bukan mohon maaf lahir dan batin), sedangkan mohon maaf lahir dan batin sudah tentu menjadi sikap setiap saat dan setiap langkah kita (bukan hanya pada saat Idul Fitri)

kemudian kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum (anda bisa googling juga di wikipedia) yang secara umum diucapkan untuk membalas kalimat atau meneruskan kelimat Minal Aidin wal-Faizin. Apa makna kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum?

secara umum artinya adalah "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian" .

Esensi perayaan atau merayakan hidup merupakan makna yang istimewa dari perayaan Idul Fitri ini. Kemudian disana kita saling mendoakan:
- Minal Aidin wal-Faizin - "Semoga kita semua tergolong orang yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)"
- Taqabbalallahu minna wa minkum - "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian"

Menyadari makna-makna istimewa tersebut, mari kita jadikan perayaan Idul Fitri kali ini menjadi hari yang luar biasa yang akan membawa perubahan dalam kehidupan menjadi lebih baik dan lebih berkembang dalam kemuliaan.

Rahayu
Selamat merayakan kehidupan anda!

Saturday, July 26, 2014

NERAKA BUAT JK

Setelah masa pemberontakan Prabowo kepada Jokowi, maka bangsa hancur lebur hanya sisa puing-puing. Jokowi dituduh akan mengkafirkan bangsa sementara Prabowo mendapat legitimasi dari banyak kelompok agama yang terkenal 'langitan'. Otomatis doa buat Prabowo dan pengikutnya adalah jihad masuk surga!

Setelah baik dari pengikut Prabowo maupun Jokowi musnah didunia, mereka sama2 menunggu waktu hisab untuk ditimbang: masuk surga atau neraka?

Akhirnya malaikat memutuskan: Jokowi dan pengikutnya masuk Neraka! Pengikut Prabowo masuk Surga karena mereka hanya terprovokasi sementara Prabowo sendiri masuk Neraka!

Di Neraka, Jokowi dan pengikutnya berpesta kembali merayakan kehidupan disana. Ada konser musik dari para Slankers, ada makanan dan minuman yang tumpah ruah.
Prabowo bingung, mengapa mereka tidak disiksa? Bukankah mereka akan mengkafirkan bangsa?

Jokowi mengulurkan tangan pada Prabowo, "would you please to join us? To celebrate this life?"
Prabowo masih bingung! Gila mengapa Neraka enak kayak gini? Mengapa Neraka tidak seperti kata para 'guru langitan' waktu kampanye kemaren? Yang dilihat Prabowo adalah perayaan, perayaan, dan perayaan!

Karena bingung, Prabowo masih diam dan mengamati suasana selama 21 hari. Dalam masa 21 hari tersebut Prabowo tercerahkan!
"Ah, sekarang aku baru sadar! Baru sekarang aku sadar apa itu Neraka apa itu Surga!"

Prabowo berlari memeluk Jokowi. Prabowo berkata, "please forgive me, I am sorry, I love you, and thank you."
Dengan senyum khasnya Jokowi kembali berkata, "let's celebrate this life"

Prabowo tersenyum sambil melihat Neraka tersebut, "ternyata ini hanyalah state of mind!"

Sahabat, mari kita buat Nusantara yang lebih baik! Revolusi mental menuju Indonesia mercusuar dunia!

@Soul Journey Indonesia

nb: mengenang pilpress 2014, pemilihan umum 9 Juli 2014 diumumkan 22 Juli 2014

Monday, June 9, 2014

PENJARA PENDERITAAN

Banyak sekali manusia yang terjebak kedalam penjara penderitaan. Ya, saya menamakannya penjara penderitaan, karena ia memang sedang terpenjara.

Seorang pengemudi mobil yang stress dan selalu mengumpat pada saat memegang kendali setir mobilnya. Ia selalu membunyikan klakson mobil setiap kali ada mobil yang menyalibnya. “brengsek! Ngapain sih nyalip-nyalip!”
Seorang remaja yang merasa menderita karena semua orang yang dekat dengannya dilihatnya sebagai orang yang akan mengambil keuntungan dari hubungan dekatnya.
Sepasang orang tua yang merasa menderita karena anak yang tumbuh dari tangan didiknya tidak sesuai dengan harapannya akan pendidikan.
Orang tua yang menderita karena setiap kali terjadi kesedihan dan kemalangan dalam rumah tangganya
Seorang ibu yang menderita karena melihat anaknya sakit.

Mengapa manusia terpenjara dalam penderitaan? Apakah penderitaan dapat dihindari?

Bila kita sebagai manusia sadar bahwa saat ini kita sedang menikmati hidup didunia, maka kita juga sadar bahwa ini adalah alam dualitas. Artinya di alam dunia ini selalu terjadi dua sisi berlawanan yang hadir dalam kehidupan.
Ada baik ada jahat. Ada tinggi ada rendah. Ada suka ada derita. Ada sehat ada sakit. Ada cerita ada susah. Ada bahagia dan ada sengasara.

Dalam setiap waktu yang ada, dua sisi tersebut akan selalu hadir bergantian. Tidak ada satu sisi yang hadir selamanya. Karena setiap satu sisi hadir, ia akan berlalu. Kemudian hadir sisi yang lain dan juga akan berlalu.

Manusia yang merasa menderita adalah ia yang mengharapkan hidupnya hanya dihadiri satu sisi saja dari kehidupan.
Ada yang hanya mengharapkan suka cita saja dalam hidupnya. Ada yang mengharapkan sehat saja dalam hidupnya. Ada yang mengharapkan bahagia saja dalam hidupnya.

Apakah manusia dapat memilih apa yang harus hadir dalam hidupnya? Tentu saja tidak bisa. Karena setiap peristiwa akan hadir seperti gelombang lautan yang berkesinambungan.

Melepaskan penjara penderitaan adalah menyadari dan menerima seutuhnya setiap sisi dualitas yang hadir dalam kehidupan.
Saat ini anda menerima sakit, nanti akan menerima sembuh. Demikian sebaliknya.
Saat ini anda menerima ceria, nanti akan menerima duka. Demikian sebaliknya.
Saat ini anda menerima gagal, nanti akan menerima sukses. Demikian sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan para bijaksana yang terlihat mereka bahagia sepanjang masa dan terlihat sama sekali terlepas dari penderitaan?
Mereka tidak terlepas dari penderitaan. Mereka tidak terlepas dari hukum dualitas yang hadir dalam hidupnya.
Mereka dapat merasakan bahagia setiap saat karena mereka selalu mengatakan “ini akan berlalu” terhadap setiap peristiwa yang hadir dalam hidupnya.

Tentu saja, anda tidak akan dapat hanya mengharapkan satu jenis peristiwa saja dalam hidup anda, karena ia akan hadir dalam gelombang dualitas yang menjadi hukum alami dalam dunia ini.

Apapun yang hadir dalam hidup anda saat ini, sadari bahwa ini adalah gelombang dualitas yang nanti akan berlalu. Apapun yang hadir, sekali lagi ini hanyalah dualitas kehidupan, bahwa ”ini akan segera berlalu”
Mari kita menerima segala sisi kehidupan tanpa kita memilahnya mana yang aku mau dan mana yang tidak aku mau.
Kita menerima semua sisi tersebut dengan penuh rasa syukur.

Wednesday, March 5, 2014

Powerpuff – karyawan yang sok ‘bossy’



 Yudi adalah seorang karyawan. Sama seperti teman-temannya yang karyawan, ia punya jobdes yang sudah jelas. Sebagai seorang pelaksana maka seharusnya Yudi, dengan sesama karyawan lain dalam strata jabatan yang sama saling mengisi demi tercapainya sebuah goal dalam pekerjaan.
Namun disini, Yudi berlaku sebagai orang yang suka memerintah. Apalagi dengan karyawan yunior yang baru masuk. Yudi dapat berlaku seperti ‘mandor’ yang suka menyuruh untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan.
Kondisi ini tentu saja membuat tidak nyaman teman-temannya. Namun para yunior karyawan biasanya hanya bisa diam saja dan menerima ‘nasib’ sebagai karyawan baru.

Apakah banyak Yudi-yudi lainnya di tempat kerja anda?
Bila ya, maka orang seperti Yudi sedang terjangkit penyakit yang bernama Powerpuff, yaitu sindrom kekuasaan gagal dimana dirinya ingin dihormati lebih. Apakah hal ini akan mengganggu kinerja perusahaan? Tentu saja iya. Apabila karyawan yang lain tidak nyaman dengan situasi dimana ada Yudi, maka tentu saja hal ini akan membuat semangat kerja menurun, produktifitas menjadi lambat dan tingkat pencapaian goal yang rendah.

Mengapa powerpuff ini ada?
Sebabnya dapat dari lingkungan pekerjaan dan lingkungan pribadi. Lingkungan pekerjaan adalah, bahwa seseorang telah bekerja lama (lebih dari 15 tahun) dan merasa bahwa jabatannya mentok. Sementara dirinya tidak mau untuk meningkatkan kemampuan sehingga ia terus pada posisi jabatan pelaksana karyawan. Dengan kondisinya itu maka ia melampiaskan kegalauan jabatan atau impian tentang jabatan yang lebih tinggi dengan cara berlaku sebagai powerpuff.
Dari lingkungan pribadi dapat disebabkan pola didik orang tua yang memanjakan anak. Dari kecil seseorang dibiasakan semua tersedia dan tidak memahami sebuah perjuangan untuk mencapai sesuatu.

Bagaimana sebaiknya bila anda menemukan teman anda berlaku sebagai Powerpuff?
Orang seperti Yudi adalah bad apple, atau apel busuk dalam perusahaan. Busuknya sang apel ini dapat menularkan kebusukan pada apel lainnya.
Bila ini anda lihat pada teman kerja anda, maka hal pertama yang dapat anda lakukan adalah bicara baik-baik padanya tentang suasana kerja. Memberikan pengertian kembali tentang jobdes yang ada.
Bila masih  berlaku sama, maka anda dapat memberikan masukan kepada manager anda tentang rekan anda tersebut. Tujuannya adalah agar rekan anda menyadari dan segera mengubah sikapnya.
Bila masih tidak berubah juga, maka anda dapat menuliskan kepada atasan anda lagi agar memberikan pembinaan khusus kepada rekan kerja anda tersebut.
Hal ini harus anda lakukan karena powerpuff merupakan penyakit menular. Artinya sikap ini dapat menjalar kepada siapapun juga, terutama dengan tingkat dan kedekatan emosi dan juga apabila seseorang mengalami kondisi yang sama, yaitu merasa tidak diperhatikan oleh perusahaan.


Tuesday, February 4, 2014

GENGSI JABATAN

Menjadi karyawan, memang dimulai dari posisi paling bawah. Kemudian seiring dengan pengalaman dan lamanya waktu bekerja, seorang karyawan akan mendapatkan promosi jabatan.

Seberapa penting sih Jabatan tersebut?
Banyak yang terjebak bahwa Jabatan merupakan tujuan bekerja. Namun itupun tidak salah, karena merupakan pilihan-pilihan dalam kehidupan.
Mengapa saya mengatakan bahwa Jabatan bukan tujuan? Ya, bila posisi jabatan hanya menjadi tujuan maka seorang karyawan akan berhenti pada jabatan tersebut.

Lalu apa yang semestinya dilakukan? Yaitu melihat kesempatan dan peluang dimana ia dapat lebih maju dan berkembang.
Apakah sebuah jabatan belum tentu membuat seseorang lebih maju dan berkembang? Belum tentu!
Jabatan dapat hanya menjadi sekedar gengsi.

Gengsi dipanggil sebagai atasan
Gengsi dipandang sebagai manager
Gengsi mempunyai anak buah.

Kembali lagi kepada pertanyaan reflekif, "apa tujuan anda dalam bekerja?"
Apakah anda dapat merumuskan jawaban pertanyaan tersebut?

Bila demikian, apakah anda mengejar jabatan atau mengejar peluang dan kesempatan? Bagaimana bila peluang dan kesempatan tersebut berada dalam jabatan baru? Ya tentu saja itu adalah tantangan untuk maju!

Yang menjadi penting adalah, apakah sebuah jabatan akan memajukan dan membuat anda berkembang atau tidak? Karena bila anda hanya berpikir bahwa kenaikan jabatan akan diikuti oleh kenaikan gaji, maka perkembangan anda akan berhenti pada gaji.
Padahal kesempatan dan peluang yang mungkin bisa anda dapatkan akan melebihi gaji yang anda terima.

Salam sukses!

Friday, November 15, 2013

Jabatan, Gaji, dan Peluang

Seperti biasa. Jakarta di hari Jumat sore, jalan seakan diisi oleh mobil-mobil yang 'parkir dijalan' alias macet pol! Dalam taxi dari bandara menuju rumah, hampir 2 jam saya hanya bergerak sepanjang Grogol ke Tomang.

Namun inilah yang memang layak dinikmati. Beberapa teman bilang, "sudahlah pindah saja ke Yogya atau Bali", Bagi saya justru kondisi seperti ini yang harus ditaklukan. Tak ubahnya sebuah pilihan dalam hal pekerjaan atau apapun juga. Ada satu sisi dimana seseorang akan mempertahankan idealismenya untuk tidak terbawa dengan kata: "terpaksa berubah". Namun sekali lagi, tidak berubahnya orang-orang ini bukan karena ia tak berani untuk memutuskan berubah. Ia sadar betul bahwa ia sedang melawan sebuah sistem yang baginya hanya membonsai sebuah potensi.

Contoh sederhana adalah adanya tawaran naik jabatan. Naik jabatan identik dengan kenaikan karir. Namun seseorang harus memahami dengan betul tentang adanya perbedaan antara jabatan fungsional dan jabatan struktural. Ketika sebuah sistem dalam perusahaan hanya mengenal adanya jabatan fungsional, maka kenaikan karir tidak akan mengikutinya. Mengapa? Karena disana tidak lagi dihitung perbandingan antara reward dengan usaha plus resiko yang dilakukan karyawannya.

Bicara tentang karir, tentu tak lepas dengan yang namanya peluang. Nah, dalam bekerja, apa yang ingin anda capai lebih banyak: peluang atau gaji tetap anda? Pilihan ini tentu saja akan mewarnai seluruh aspek dalam keputusan anda, baik tentang jabatan ataupun bertahan dalam posisi level anda saat ini. Untuk itu, tidak ada salahnya kita mengingat kembali hal mendasar yang coba kita tanyakan kembali kepada diri kita : apa tujuan kita bekerja?

Dalam pekerjaan, disamping ada gaji yang diterima tentu saja ada peluang yang selalu hadir. Sebagian karyawan memilih untuk berpikir tentang gaji saja. Bagaimana upaya agar gajinya naik dan serangkaian usaha kenaikan jabatan yang berpengaruh terhadap gajinya.
Sebagian karyawan lagi memilih untuk berpikir tentang peluang yang dapat dimanfaatkannya sehingga pendapatannya dapat melebihi gaji sekalipun itu gaji level jabatan diatasnya.

Bagi seseorang yang menurut Wiltson termasuk katagori karakter 'campers', tentu saja pemikiran tentang tujuan peluang ini sangat rumit dan sulit dicerna. Namun bagi para 'climbers' hal itu merupakan tantangan untuk dapat mengeksplorasi potensinya lebih luas. Para campers akan selalu berkata, "sudahlah, inikan maunya perusahaan kita. Mau apa lagi, ya mau nggak mau kita jalani apa yang ada"

Pekerjaan memang adalah individu outcome. Artinya masing-masing mempunyai tujuan secara individu didalamnya. Yang parah dan ironis adalah mereka yang tidak tahu tujuannya dalam bekerja. Kebanyakan, tujuan bekerja hanyalah menyambung hidup, yaitu hanya untuk mencukupi kebutuhan baik itu pribadi maupun keluarga.

Nah, kalau bekerja tidak sekedar hanya menyambung hidup, yaitu tidak sekedar mencukupi kebutuhan pribadi maupun keluarga, lalu apa lagi? Visi! Ya, tentu saja visi!
Atau jangan-jangan definisi visi itu sendiri saja tidak dimengerti? Bagi saya, sederhananya visi itu adalah the big dream. Bukan sekedar mimpi, namun mimpi besar!
Apakah anda punya mimpi besar yang akan diwujudkan melalui pekerjaan anda? Atau Uuppss, anda hanya jadi robot perusahaan? Tanpa tahu tujuan, tanpa mengenal visi, dan tetap melakukan rutinitas tugas pekerjaan anda! Bukankah itu robot produksi?

Hmmmm, tak terasa, taxi yang mengantar saya sudah sampai di tol Bekasi barat. Dan inilah peluang yang saya contohkan. Dalam menikmati kemacetan, saya menyempatkan diri untuk menulis.
Bagaimana dengan anda? Tentu saja saya yakin, mulai saat ini anda juga melihat peluang-peluang hadir dalam hidup anda.

Salam sukses!